Oleh :
Nama : Ananda Safitri
NIM : 230110087
Program studi : Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Fakultas : Tarbiyah dan Keguruan
Universitas : Universitas Islam Negeri Mataram
Meskipun platform ini menawarkan ruang kreativitas dan ekspresi, perluasan penggunaannya di kalangan anak-anak membawa sejumlah pertimbangan, terutama bagi orang tua dan pendidik.
Tantangan kontrol konten
TikTok, dengan daya tariknya yang tak terbantahkan, menawarkan anak-anak kesempatan untuk mengekspresikan kreativitas mereka melalui format short video atau video pendek.
Kesenangan ini, bagaimanapun, membawa resiko konten yang tidak sesuai. Orang tua harus memahami bahwa anak-anak rentan terhadap konten yang mungkin tidak sepenuhnya tepat untuk usia mereka.
Oleh karena itu, pengaturan privasi dan filter konten menjadi elemen kritis dalam memastikan pengalaman yang aman dan sesuai bagi anak-anak. Literasi digital untuk orang tua juga diperlukan agar mereka dapat memahami cara terbaik mengawasi dan mengelola konten yang di akses anak-anak mereka di platform ini.
Dampak psikologi dan perkembangan anak.
Selain kendala konten, dampak psikologis dari paparan berlebihan terhadap platform ini menjadi catatan serius. Anak- anak yang terlalu terpaku pada platform ini dapat mengalami tekanan mental yang tidak sehat.
Kompetisi virtual, perbandingan diri dengan konten viral dan teman- teman akan memicu kecemasan dan merugikan perkembangan psikologis mereka.
Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk terlibat aktif, orang tua perlu lebih dari sekedar mengawasi waktu layar, mereka juga perlu memahami bagaimana penggunaan TikTok dapat memengaruhi kesehatan mental anak. Interaksi terbuka tentang pengalaman dan perasaan anak dapat membantu dalam menanggapi secara efektif perubahan perilaku yang mungkin muncul.
Waktu layar dan dampaknya
Kewaspadaan terdahap waktu layar anak juga menjadi penting dalam konteks ini. Meskipun TikTok menawarkan hiburan dan kreativitas, penggunaan eksesif dapat menganggu pola tidur dan aktivitas fisik anak-anak. mengatur batas waktu harian menggunakan TikTok dan merencanakan aktivitas dunia nyata, seperti bermain di luar ruangan atau perpartisipasi dalam kegiatan sosial, dapat membantu menjaga keseimbangan yang sehat.
Orang tua perlu memastikan bahwa penggunaan TikTok tidak mereformasi aktivitas penting lainnya yang menggalang perkembangan fisik dan sosial anak.
Peran orang tua dalam pengelolaan penggunaan TikTok
Dalam menyikapi semua tantangan ini, peran orang tua sangat krusial. Mereka tidak hanya harus berperan sebagai pengawas tetapi juga sebagai fasilitator harmoni perkembangan anak. Edukasi digital bagi orang tua menjadi langkah awal untuk memahamkan mereka tentang fitur dan risiko yang terkait dengan TikTok.
Selain itu, dialog terbuka dengan anak-anak tentang penggunaan Tik Tok dan risikonya dapat membantu membangun kesadaran dan kecerdasan digital yang kuat. Orang tua harus berpartisipasi dalam pengalaman digital anak-anak mereka berdiskusi tentang konten yang mereka lihat, dan membimbing mereka dalam memahami dampak positif dan negatif dari interaksi online.
Perlunya pendidikan etika digital
Selain pengawasan dan komunikasi, pendidikan etika digital juga menjadi suatu keharusan. Anak-anak perlu diterangkan tentang pentingnya berprilaku secara etis di dunia maya, menghormati privasi orang lain, dan mereport konten yang tidak pantas.
Orang tua dan pendidik dapat bekerjasama dengan sekolah atau lembaga pendidikan untuk memasukkan aspek etika digital kedalam kurikulum. Ini membantu menciptakan pemahaman yang lebih baik tentang tanggungjawab dan konduite digital, mengajarkan anak-anak untuk bersikap bijak dan bertanggungjawab dalam penggunaan platform seperti TikTok.
Merupakan bagian dari keseimbangan hidup.
Dalam semua upaya ini, penting untuk diingat bahwa penggunaan TikTok pada anak usia dini bukanlah hal yang sepenuhnya bermakna negatif. Sebaliknya, perlu dicapai keseimbangan antara manfaat dan tantangan yang muncul dari interaksi dengan platform ini.
Dengan memberi kesempatan anak-anak untuk menggunakan TikTok secara bertanggungjawab, orang tua dapat membantu mereka mengembangkan keterampilan yang berguna, meningkatkan kreativitas seperti, format video pendeknya memungkinkan mereka menjadi konten creator, membangun identitas digital, dan mengejar minat mereka dengan cara yang sebelumnya sulit dicapai, dan membangun pemahaman yang sehat tentang dunia digital seperti, mampu memilah informasi yang benar dan akurat serta memahami etika dalam berkomunikasi online, dan lain sebagainya.
Hal ini melibatkan pendekatan yang holistik, melibatkan orang tua, pendidik dan anak-anak sendiri dalam upaya bersama untuk menciptakan ekosistem digital yang aman dan bermanfaat.
Post A Comment:
0 comments: